Blogging

Praktek SEO On Page agar Website Semakin Ramai Pengunjung

Pinterest LinkedIn Tumblr

Apakah Anda (para Blogger atau pembaca) sudah pernah mendengar mengenai SEO On Page?Apabila sudah berbicara tentang SEO onpage, maka kami yakin kalau Anda pasti sudah sering mendengar tentang keyword density dan meta tags berulang kali dari berbagai website. Memang kedua elemen tersebut penting tetapi ada juga checklist lain yang harus Anda terapkan dan mengerti agar bisa membuat website yang ramah search engine.

1. Kecepatan Loading Website

Rata-rata konsultan lain memberi tahu bahwa Anda butuh theme / template yang cepat loadingnya. Tetapi kami tidak akan menggunakan judul itu. Karena sebenarnya kecepatan website ada faktor lain yang mempengaruhi, yaitu kecepatan server. Jadi Anda harus menggunakan hosting yang bagus. Jangan gunakan hosting yang sering down, karena secara otomatis nanti website Anda akan ikut down dan itu buruk untuk SEO Anda. Pilih server yang berdekatan dengan lokasi target visitor Anda. Contohnya jika memang target visitor Anda adalah Indonesia, maka pilihlah server yang lokasinya berada di Indonesia atau Singapura. Untuk theme / template juga pilih yang ringan dan sudah mendukung tampilan website mobile. Dengan mengaplikasikan template tersebut maka pengunjung website Anda yang handphone mereka akan merasa nyaman dengan tampilan yang ada, atau istilahnya responsive design.

2. Internal links

Wah yang ini juga jangan diremehkan, karena berpengaruh cukup besar pada bagus tidaknya SEO On Page Anda. Pastikan setiap post memiliki minimal ada 2 internal link. Jangan salah, internal link berarti Anda menyisipkan url ke postingan lain di website Anda. Bukan link ke luar. Apabila mau belajar penggunaan internal link yang bagus, coba lihat-lihat situs Wikipedia. Tetapi internal link juga jangan terlalu banyak karena nanti membuat pengunjung jadi tidak nyaman ketika membaca artikel Anda.

3. Optimisasi Gambar / Image

Usahakan di setiap postingan gunakan minimal 1 image. Di sini filename image harus Anda perhatikan. Misalkan Anda menarget keyword “resep memasak kentang” maka gunakan nama image “resep_memasak_kentang.png” apabila format imagenya JPEG jadi “resep_memasak_kentang.jpg” Seperti itu contohnya. Yang pasti sesuaikan juga isi gambarnya. Tetapi jika memang Anda menggunakan banyak image / gambar dalam 1 postingan, maka jangan gunakan keyword yang sama berulang-ulang, gunakan keyword LSI / turunan pada filename image yang lainnya. Ini untuk menghindari anggapan spam keyword oleh Google.

Howie sendiri menggunakan website canva untuk membuat desain dan cover gambar yang menarik untuk pengunjung. Apalagi layanan tersebut disajikan secara gratis dan dapat Anda gunakan secara online dengan menggunakan akses internet. Anda dapat membaca lebih lanjut di artikel yang berjudul : “Desain tidak lagi menakutkan dengan Canva“.

4. Meningkatkan Dwell Time

Anda pasti menyadari bahwa di handphone Anda pasti ada back button (tombol kembali). Nah apabila pengunjung Anda sering menekan back button ketika membaca artikel Anda, padahal baru sebentar bacanya, belum 5 detik, itu akan menjadi signal bagi Google bahwa website Anda itu termasuk low quality page. Informasi yang disajikan tidak bermanfaat untuk pengguna. Karena itu untuk mengatasi ini satu-satunya cara adalah menyajikan artikel yang bermanfaat, to the point, dan pastinya Anda harus mencari content writer yang profesional. Walaupun itu situs bahasa Indonesia sekalipun. Google menggunakan “dwell time” ini untuk menilai kualitas artikel sebuah website / blog.

Apabila Anda menggunakan Google Analytic, Anda pasti sangat sering melihat parameter berikut bukan? Sebuah website yang baik memiliki dwell time (avg. session duration) lebih dari 2 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa para pengunjung menikmati konten yang disajikan di website Anda. Selain itu, pastikan bounce ratenya tidak lebih dari 60% ya …

5. Posting artikel yang panjang

Sebenarnya ini merupakan trik yang masih nyambung dengan trik SEO On Page sebelumnya. Di mana Anda disarankan membuat artikel yang panjang, atau paling tidak jangan terlalu pendek. Walaupun panjang tetapi isinya jangan diulang-ulang, dan jangan kebanyakan basa-basi, karena nanti pengunjung akan click back button. Anda bisa melihat bahwa rata-rata website yang berhasil nongkrong di 10 besar Google itu adalah yang menggunakan artikel yang cukup panjang. Khususnya website yang mengincar keyword yang sulit dan banyak persaingan. Ini penting sekali untuk Anda perhatikan.

6. Menggunakan Header Tags

Yakni H1, H2, dan H3. Ketiga header tags ini sangat penting untuk Anda terapkan. H1 digunakan satu kali saja pada judul artikel. Ini adalah heading 1. Sesuai tingkatannya semakin ke atas maka peranannya semakin kecil. H2 untuk sub judul yang penting. Sementara H3 untuk sub judul di bawah H2. Untuk H2 dan H3 boleh lebih dari 1, tetapi untuk penggunaan H1 pada satu postingan maksimal satu saja jangan lebih. Boleh juga tambahkan dengan bold, italic, dan underline sesuai kebutuhan. Kalau italic itu biasanya digunakan untuk kalimat asing. Sementara bold dan underline untuk kata-kata atau kalimat yang hendak Anda berikan penekanan kepada pengunjung.

Write A Comment

17 − nine =

Pin It