Bisnis

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli dan Contohnya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Pengertian e-commerce dan contohnya – Salah satu tren teknologi yang booming di 2020 adalah E-commerce. E-commerce, electronic commerce atau perdagangan elektronik, adalah kegiatan jual beli barang dan jasa atau transmisi uang atau data melalui jaringan internet.

Berdasarkan model transaksinya, terdapat 3 kategori e-commerce, yaitu business-to-business (B2B); business-to-consumer (B2C); dan consumer-to-consumer (B2C). Salah satu contoh e-commerce adalah membuka toko online (online shop)

Baca juga : Ide Nama Olshop Yang Bagus Keren dan Unik

Kegiatan transaksi e-commerce sangat mirip dengan kegiatan jual beli langsung atau face to face. Seringkali transaksi e-commerce ditujukan untuk meningkatkan transaksi toko atau memperluas channel distribusi barang/jasa sehingga pembeli mempunyai opsi pembelian yang luas.

Walaupun begitu, tidak sedikit juga toko yang menjual produknya hanya melalui toko online. Website e-commerce mencakup berbagai layanan seperti etalase produk, pemesanan online, dan manajemen stok. Seluruh kegiatan ini dapat dipantau secara real-time oleh pemilik toko online.

Sejarah E-Commerce

E-commerce mulai populer pada tahun 1960 ketika banyak perusahaan yang menggunakan electronic data interchange (EDI) untuk mengirim dokumen kepada rekanan. Dalam perkembangannya dirasa perlu meningkatkan keamanan pengiriman dokumen sehingga American National Standard Institute mengembangkan teknologi ASC X12.

Tren teknologi e-commerce semakin meningkat karena banyak individu yang menggunakan EDI untuk berbagi dokumen secara elektronik pada tahun 1980. Hal ini diperkuat dengan kelahiran eBay dan Amazon pada tahun 1990 yang mendisrupsi industri perdagangan pada saat itu.

Di abad ke-20 ini, rasanya sulit untuk memikirkan kehidupan tanpa kehadiran e-commerce. Di mana kita bisa memesan sayur atau membeli HP di toko online terbaik & terpercaya. Bahkan kita dapat belajar secara online melalui blog/podcast/video, seperti wealth management atau jual beli saham.

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli

Beberapa ahli telah membuat definisi e-commerce untuk membantu pemahaman masyarakat, seperti.

Jony Wong

Dikutip dari Jony Wong, definisi e-commerce adalah kegiatan jual beli & pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik.

Loudon

Menurut Loudon, pengertian e-commerce adalah proses transaksi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual yang dilakukan secara elektonik dan menggunakan komputer.

Vermaat

Menurut Vermaat, pengertian e-commerce adalah seluruh transaksi bisnis yang melalui jaringan elektronik seperti internet.

Komponen E-Commerce

Produk

Pada dasarnya, semua produk dapat dijual melalui e-commerce. Misalnya saja tokopedia menjual Iphone, clickbank menjual affilitiate marketing, bahkan project.co.id yang menjual berbagai jasa pembuatan artikel.

Platform atau Website

Salah satu ciri e-commerce adalah melakukan transaksi digital menggunakan internet. Untuk itu dibutuhkan platform atau website sebagai media pemasaran. Anda dapat mempelajari cara membuat blog gratis untuk mulai membuat toko online secara mandiri.

Metode Pemesanan

Pastikan Anda memiliki metode pemesanan yang user friendly agar customer dapat dengan mudah membeli produk Anda. Terdapat beberapa metode pemesanan yang terbukti ampuh seperti keranjang belanja, email, atau chatting WA.

Metode Pembayaran

E-commerce telah memanjakan konsumen dengan menyediakan berbagai opsi pembayaran. Beberapa metode pembayaran yang umum digunakan adalah transfer, Virtual Account, kartu kredit, COD, dan dompet digital

Metode Pengiriman

Setiap penjual e-commerce harus dapat membantu pembeli dengan menyediakan jasa pengiriman yang cepat dan akurat. Apabila konsumen membeli produk digital, maka produk digital tersebut harus dikirimkan maksimal 6 jam setelah pemesanan berhasil. Apabila konsumen membeli produk barang, maka produk tersebut harus dikirimkan menggunakan ekspedisi yang sesuai.

Manfaat E-Commerce

E-commerce menjadi populer karena memiliki sejuta manfaat, seperti :

  1. E-commerce dapat diakses selama 24 jam 7 hari selama ada dukungan internet. Hal ini tidak dapat diterapkan pada toko konvensional yang hanya buka pada waktu – waktu tertentu.
  2. Jangkauan Internasional. Apabila toko online Anda telah beroperasi, maka Anda berpotensi untuk menjual produk ke seluruh orang di dunia. Pastikan Anda memiliki strategi dan jenis pemasaran online yang tepat.
  3. Rekomendasi produk. E-commerce dapat melacak aktivitas user dengan bantuan google analytic, pixels facebook atau analytic tools buat sendiri. Data ini dapat dimanfaatkan untuk membuat rekomendasi produk yang cocok untuk calon pembeli.

Kesimpulan

Saat ini e-commerce telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Sebagai konsumen, kita perlu bijak untuk menggunakan platform e-commerce agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share kalau Anda suka.

Write A Comment

17 − 9 =

Pin It